Minggu, 13 November 2016

EKONOMI KOPERASI DAN EKONOMI LIBERAL



NAMA : INTAN FEBRIANI                                                                             Rabu, 12 Oktober 2016
NPM : (15214368)
KELAS : 3EA45
DOSEN : TANTI AFRIANTI DEWI

           
            Pada ulasan pertama saya membahas terkait tentang apa yang dimaksud dengan ekonomi koperasi. Kali ini saya akan mengulas tentang perbedaan antara ekonomi koperasi dengan ekonomi liberalis, dari beberapa artikel yang saya baca jelas sekali terlihat perbedaan antara kedua sistem ekonomi tersebut. Agar lebih mudah dalam penjabaran saya membentuk beberapa point terkait perbedaan diantara kedua nya, yaitu :

1.      Dari segi pengertian
a.       Ekonomi koperasi ialah suatu organisasi bisnis yang dioperasikan dengan berlandaskan azas kekeluargaan dengan maksud untuk mencapai atau meningkatkan kesejahteraan bagi para anggotanya.
b.      Sedangkan Ekonomi liberal ialah sistem perekonomian yang memberikan kebebasan sepenuhnya individu-individu dalam menjalankan perekonomian disegala bidang untuk memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya.
รจ Dapat dilihat kedua sistem ekonomi ini memiliki sudut pandang berbeda terkait profit yang diperoleh/didapat.

2.      Dari segi terbentuknya
a.       Pada mulanya ekonomi koperasi terbentuk dari kalangan rakyat, ketika penderitaan ditimbulkan oleh sistem kapitalis yang memberikan sepenuhnya keuntungan kepada pemilik modal. Hal ini yang menyadarkan kaum ekonomi lemah untuk membangun atau membentuk koperasi, pembentukkan dimaksudkan agar rakyat miskin dapat mandiri dan terbebas dari jerat hutang lintah darat.
b.      Sedangkan awal mula terbentuknya ekonomi liberalis yang dikemukakan pertama kali oleh Adam Smith, ia mengemukakan agar pemerintah tidak terlalu mengintervensi pasar ia tidak setuju pemerintah terlalu mengintervensi pasar dengan alasan bahwa negara sering berfungsi sebagai tempat untuk mewadahi kepeningan bisnis dengan mendistorsi pasar untuk menguntungkan pihak tertentu. Ia kemudian berpendapat bahwa jika semua orang dibiarkan melakukan kegiatan ekonominya sendiri maka hasilnya akan menjadi lebih harmonis dan lebih bermasyarakat dalam rangka peningkatan kesejahteraan rakyat.

3.      Dari segi andil pemerintah
a.       Dalam ekonomi koperasi, pembangunan koperasi bertujuan agar pemerintah dapat dengan mudah menyalurkan bantuannya berupa kredit melalui koperasi.
b.      Pada ekonomi liberal pemerintah sama sekali tidak campur tangan dan tidak pula berusaha mempengaruhi kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh masyarakat.

Saya hanya membentuk 3 point utama saja, terkait perbedaan ekonomi koperasi dengan ekonomi liberal. Perbedaan sangat terlihat dari segi turut andilnya pemerintah, negara kita sebenarnya secara tidak langsung menganut sistem ekonomi liberal dengan kata lain pemerintah memberikan kebebasan pada pihak asing untuk mengolah SDA Indonesia. Namun sayangnya di negara kita penduduk yang berada disekitar SDA masih hidup dibawag garis kemiskinan. Masyarakat kita cenderung memilih ekonomi koperasi dengan bergabung dalam organisasi yang mensejahterahkan ketimbang membangun kegiatan perekonomiannya sendiri dengan SDA yang ada.

EKONOMI KOPERASI



NAMA : INTAN FEBRIANI                                                                            Jumat, 07 Oktober 2016
NPM : (15214368)
KELAS : 3EA45
DOSEN : TANTI AFRIANTI DEWI

Pada kesempatan kali ini saya akan mengulas terkait “Ekonomi Koperasi”, saya memulainya dengan membahas perekonomian yang ada di indonesia terlebih dahulu. Dewasa ini perekonomian di Indoensia dihadapi dengan persaingan pasar bebas dunia, yang berdampak pada berubahnya pangsa pasar di berbagai sektor, sektor industri, perdagangan, industri jasa maupun manufacturer. Melihat permasalahan tersebut pemerintah pun mengambil tindakan dengan mengeluarkan kebijakan-kebijakan dengan maksud untuk mengatai persoalan yang tengah berlangsung, tetapi tak dapat dipungkiri tak selamanya sebuah kebijakan yang dikeluarkan berjalan sempurna saat pengimplementasiannya. Pemerintah dituntut untuk membuat kebijakan sekompleks mungkin dengan mengambil probabilitas resiko kerugian seminimal mungkin diberbbagai sektor. Saya mengambil sebuah contoh kasus dimana kebijakan pemerintah tak selalu berdampak baik walauun pada eknyataanya kebijakan dibuat untuk mensejahterahkan perekonomian bangsa.
Sebelum kuliah saya sempat bekerja di salah satu perusahaan manufacturer yang membuat alat berat yang teronsentrasi pada bidang mining (Pertambangan) tepatnya PT. Komatsu Indonesia. Permasalahan timbul ketika pemerintah membuat kebijakan yaitu, “Perusahaan yang bergerak disektor pertambangan yang terkonsentrasi pada batu bara tidak boleh mengekspor batu bara secara mentah, pengeksporan hanya dapat dilakukan ketika batu bara sudah menjadi bahan matang dengan diolah terlebih dahulu” hal ini dilakukan pemerintah karena pemerintah indonesia merasa dirugikan oleh para pengimpor batu bara, saya ambil contoh negara Singapura. Mengapa pemerintah membuat kebijakan demikian ? hal ini disebabkan oleh batu bara yang diekspor oleh para pengusaha tambang ialah batu bara yang masih mentah dengan kata lain batu bara yang masih mentah dijual dengan harga yang murah, ketika batu bara sampai di singapura batu bara tersebut diolah menjadi barang matang dengan kata lain batu bara mempunyai nilai jual yang lebih tinggi, ketika batu bara sudah mempunyai nilai yg tinggi baru lah singapura menjualnya kembali ke Indonesia. Itulah mengapa Indonesia merasa dirugikan “Alam kita yg menghasilkan kenapa justru kita yg beli bahkan dengan harga yang cukup tinggi pula”. Dilihat dari permasalahan yang timbul ialah dikarenakan perusahaan pengolah batu bara menjadi barang matang masih sedikit di Indonesia bahkan hanya 1 perusahaan saja yg mempunyai nama besar dan cukup kompeten yaitu yang berada di kalimantan.
Kebijakan tersebut mengakibatkan para pengusaha batu bara kembali berfikir untuk membuka lahan tambang, biaya operasional yang semakin tinggi tidak diimbangi dengan profit yang didapatkan, maka banyak diantara pengusaha menjadi gulung tikar akibat kebijakan ini. Tak sampai di perusahaan tambang saja hal ini masih mengular lagi ke perusahaan-perusahaan yang menitikberatkan produksinya pada perusahaan yang bergerak dibidang mining. Salah satu perusahaan itu ialah perusahaan tempat saya menimba ilmu dan mencari nafkah dahulu yaitu PT. Komatsu Indonesia. Mengapa dikatakan demikian ? hal ini disebabkan para pengusaha batu bara yang notabene ialah para konsumen PT. Komatsu Indonesia tidak lagi membeli alat berat yang diproduksi, demand yang turun sangat drastis ini mengakibatkan para petinggi memutar otak kebijakan apa yang harus dilakukan agar perusahaan masih bisa berproduksi dengan demand yang sedikit. Setelah dipikir matang-matang maka perusahaan membuat kebijakan dengan memperkecil produksi dan pengefisienan para karyawannya, penefisienan karyawan dilakukan karena untuk memperkecil pengeluaran di biddang SDM. Hal ini berdampak kepada pengurangan karyawan, dengan penghapusan karyawan-karyawan kontrak yang ada.
Kembali kepada kebijakan yang dikeluarkan pemerintah, hal ini menyebabkan banyaknya pengangguran di mana mana, pengangguran yang berdampak pula terhadap daya beli konsumen, yang mengakibatkan industri disektor kebutuhan primer, sekunder maupun tersier pun juga ikut terkena dampatnya.
Pengangguran, hal ini menjadi momok menakutkan apabila kita tinggal di kota besar seperti jakarta, biaya  hidup yang tak lagi murah membuat kia harus memutar otak untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari karena makan tak mengenal ada uang atau tidak. Ketika peruntungan di sektor industri sudah tak lagi memiliki nilai probabilitas tinggi, sebagian masyarakat yang mengangur akan beralih memilih menjadi seorang entrepreneur (pengusaha). Ketika keterbatasan modal menjadi permasalahan lagi, maka disini barulah terlihat manfaat dengan adanya koperasi-koperasi yang tersebar di Indonesia. Ada yang mengatakan bahwa koperasi ialah sebagai “soko guru perekonomian Indonesia” dimana saya mengartikan bahwa koperasi adalah akar penting dimana terbentuknya sumbu perekonomian bangsa, mengapa saya berkata demikian? Ya, berkembang pesatnya suatu perekonomian yang ada di suatu negara ialah bagaimana negara tersebut memberi akar yang baik baik perekonomian rakyat nya terlebih dahulu atau dengan kata lain di lini terbawah diberikemudahan dalam melakukan kegiatan perekonomiannya.
Baru saya akan membahas koperasi, Apa yang dimaksud koperasi ? koperasi ialah yang sudah dijelaskan pada pasal 33 UUD 1945 ayat 1 yang berbunyi “Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan”. Keberadaan koperasi dimaksudkan agar dapat terciptanya kesejahteraan bagi para anggotanya dan dapat memberikan kemakmuran bagi para masyarakat disekitarnya.
Pembentukkan koperasi tumbuh dari kalangan rakyat, ketika penderitaan dalam lapangan ekonomi yang dirasa tidak adil, contohnya pada revolusi industri yg melahirkan tatanan dunia baru, tatanan dunia ekonomi pada saat itu terpusat pada keuntungan perorangan yaitu hanya pada kaum pemilik modal (kapitalisme). Kaum ini memanfaatkan penemuan baru untuk memperkaya dirinya. Hasrat serakah ini melahirakan persaingan bebas yang tak terbatas. Sistem ekonomi kapitalis memberikan keuntungan sebesar-besarnya kepada pemilik modal dan melahirkan kemelaratan dan kemiskina bagi masyarakat ekonomi lemah. Dalam kemelaratan ini timbul kesadaran di dalam diri masyarakat untuk memperbaiki nasibnya sendiri dengan mendirikan koperasi. Maka pada tahun 1844 lahirlah koperasi pertama di Inggris yang terkenal dengan nama koperasi Rochdale dibawah pimpinan Charles Howart. Koperasi ini menjadi pelopor bagi pembukaan koperasi di wilayah eropa.
Sampailah ekonomi koperasi ini di tanah Indonesia sebagaimana yang telah dilakukan pada masa penjajahan, tokoh yang berinisiatif ialah patih Purwokerto yang bernama R.A. Wiriatmadja ia berjasa menolong para rakyat kecil dari jeratan lintah darat yang lalu kemudian ia mendirikan koperasi dengan sistem kredit Raiffeisen (jerman).
Berlanjut samapi masa kemerdekaan, kehadiran koperasi di dalam perekonomian nasional Indonesia telah mempunyai dasar konstitusi yang kuat. Sampai pada akhirnya pada tahun 1947 berhasil melangsungkan Kongres koperasi I di Tasikmalaya, Jawa Barat. Dengan hasil mendirikan SOKRI dan menetapkan gotong-royong sebagai asas koperasi.
Organisasi perekonomian rakyat terutama koperasi dinilai sangat berguna. Para pengusaha dan petaniekonomi lemah sering kali menjadi hisapan kaum tengkulak dan lintah darat. cara membantu mereka ialah dengan mendirikan koperasi dikalangan mereka. Dengan demikian pemerintah dapat menyalurka bantuan berupa kredit keada mereka.
Itu sedikit menarik cerita pembentukkan awal dan sebab mengapa koperasi dibentuk. Nah sekarang bagaimana kita menyikapi keberadaan dan manfaat dari koperasi ini. Era globalisasi membuka peluang sekaligus tantangan baru bagi para pengusaha Indonesia termasuk usaha kecil, kaerna pada era ini daya saing produk sangat tinggi, live cycle product relatif pendek, masyarakat menuntut segala sesuatu hal yang baru terus menerus. Para pelaku usaha khususnya koperasi dan UMKM harus bersikap reaktif dan antissipatif menghadapi globalisasi ekonomi. Dan pemerintah harus lebih memprioritaskan kepada sektor usaha kecil dan koperasi untuk menuju era globalisasi ini. Perlu adanya perubahan dan pengembangan cara pandang dalam pengelolaan koperasi walaupun koperasi sudah dinilai baik dan mampu membangun kemakmuran bagi masyarakat disekitarnya.
Demikian ulasan terkait ekonomi koperasi yang saya utarakan semoga dapat diambil manfaat bagi yang membaca.

Selasa, 28 Juni 2016

TEORI EKONOMI 2



EKONOMI PEMBANGUNAN

Pembangunan ekonomi adalah suatu proses kenaikan pendapatan total dan pendapatan perkapita dengan memperhitungkan adanya pertambahan penduduk dan disertai dengan perubahan fundamental dalam struktur ekonomi suatu negara dan pemerataan pendapatan bagi penduduk suatu negara.
Pembangunan ekonomi tak dapat lepas dari pertumbuhan ekonomi (economic growth); pembangunan ekonomi mendorong pertumbuhan ekonomi, dan sebaliknya, pertumbuhan ekonomi memperlancar proses pembangunan ekonomi.
Pada pembangunan ekonomi, masyarakat berperan sebagai pelaku utamanya, dan pemerintah menjadi pembimbing dan pendukung jalannya pembangunan ekonomi.
Menurut Sadono Sukirno (1996: 33), pertumbuhan dan pembangunan ekonomi memiliki definisi yang berbeda, yaitu pertumbuhan ekonomi ialah proses kenaikan output perkapita yang terus menerus dalam jangka panjang. Pertumbuhan ekonomi tersebut merupakan salah satu indikator keberhasilan pembangunan. Dengan demikian makin tingginya pertumbuhan ekonomi biasanya makin tinggi pula kesejahteraan masyarakat, meskipun terdapat indikator yang lain yaitu distribusi pendapatan.
Pembangunan ekonomi adalah proses perubahan menuju perbaikan yang dilakukan secara sadar dan terencana untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Seiring berkembangnya zaman, pembangunan ekonomi mulai diartikan sebagi usaha untuk meningkatkan atau mempertahankan pendapatan per kapita dengan tetap memperlihatkan pertumbuhan penduduk.
Berdasarkan pengertian pembangunan ekonomi, terdapat tiga elemen sebagai berikut.
1.      Pembangunan sebagai suatu proses
Artinya, pembangunan adalah tahap yang harus dijalani setiap warga atau negara. Setiap negara harus mmenjalani tahap-tahap perkembangan untuk kondisi yang adil, makmur, dan sejahtera.
2.      Pembangunan sebagi suatu usaha untuk meningkatkan pendapatan per kapita
Merupakan tindakan aktif yang harus dilakukan oleh negara dalam peningkatan pendapatan per kapita, maka partisipasi oleh semua pihak negara harus baik, karena pendapatan per kapita merupakan cermin kebaikan kesejahteraan masyarakat.
3.      Peningkatan pendapatan per kapita berlangsung dalam jangka panjang
Perekonomian  dikatakan berkembang jika pendapatan per kapitanya meningkat. Maka dengan adanya peningkatan kegiatan ekonomi setiap tahunnya, pendapatan per kapita dapat tetap naik, walaupun terdapat gangguan yang sementara.

Dalam pembahasan ekonomi pembangunan ini saya akan membahas tiga point saja yaitu :

1.      Mengapa negara berkembang penting untuk melakukan ekonom i pembangunan ?
2.      Apa dampak dan manfaat dari ekonomi pembangunan ?
3.      Pembahasan atau ulasan terkait negara berkembang yang berada di kawasan ASEAN.

Mari kita bahas satu per satu.

1.      Mengapa negara berkembang penting untuk melakukan ekonomi pembangunan ?
Jawab :
Negara berkembang merupakan salah satu istilah umum yang digunakan untuk mendefinisikan suatu negara dengan tingkat kesejahteraan bertaraf rendah. Sayangnya, belum ada definisi paten mengenai negara berkembang yang diakui secara global. Negara berkembang adalah sebuah negara dengan rata-rata pendapatan yang rendah,infrastruktur yang relatif terbelakang, dan indeks perkembangan manusia yang kurangdibandingkan negara global. Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yangtentunya memiliki permasalahan ekonomi, masalah perekonomian Indonesia akhir-akhir inisemakin meningkat, dan para ahli ekonomi kita malah semakin pesimis dengan programpemulihan ekonomi indonesia (Gombloh :1998). Kondisi perekonomian global yang rapuhdengan sistem finansialnya yang tidak berfungsi baik, menempatkan negara-negara berkembang pada posisi yang kian rentan.
Di dalam negara berkembang, tingkat pembangunannya bisa saja bervariasi. Bahkan, beberapa negara berkembang pun kini mulai berubah sedikit demi sedikit agar standar gaya hidup mereka menjadi layak dan cukup tinggi.
Yang menjadi pertanyaan disini mengapa negara berkembang harus melakukan pembangunan ekonomi ?,  singkat saja yaitu dengan melakukan pembangunan ekonomi maka suatu negara akan memiliki :
·         Taraf hidup yang tinggi
·         Menaikkan pendapatan perkapita
·         Mercerdaskan dan mensejahterahkan penduduknya
·         Masyarakat yang adil dan makmur
·         Dapat berubah menjadi negara maju

2.      Apa dampak dan manfaat dari ekonomi pembangunan ?
Jawab :
Dampak Positif dan Negatif Pembangunan Ekonomi
Pembangunan ekonomi yang berlangsung di suatu negara membawa dampak, baik positif maupun negatif.
Dampak Positif Pembangunan Ekonomi
·         Melalui pembangunan ekonomi, pelaksanaan kegiatan perekonomian akan berjalan lebih lancar dan mampu mempercepat proses pertumbuhan ekonomi.
·         Adanya pembangunan ekonomi dimungkinkan terciptanya lapangan pekerjaan yang dibutuhkan oleh masyarakat, dengan demikian akan mengurangi pengangguran.
·         Terciptanya lapangan pekerjaan akibat adanya pembangunan ekonomi secara langsung bisa memperbaiki tingkat pendapatan nasional.
·         Melalui pembangunan ekonomi dimungkinkan adanya perubahan struktur perekonomian dari struktur ekonomi agraris menjadi struktur ekonomi industri, sehingga kegiatan ekonomi yang dilaksanakan oleh negara akan semakin beragam dan dinamis.
·         Pembangunan ekonomi menuntut peningkatan kualitas SDM sehingga dalam hal ini, dimungkinkan ilmu pengetahuan dan teknologi akan berkembang dengan pesat. Dengan demikian, akan makin meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dampak Negatif Pembangunan Ekonomi
·         Adanya pembangunan ekonomi yang tidak terencana dengan baik mengakibatkan adanya kerusakan lingkungan hidup.
·         Industrialisasi mengakibatkan berkurangnya lahan pertanian.
3.      Pembahasan atau ulasan terkait negara berkembang yang berada di kawasan ASEAN.
Uraian :
Indonesia
Saat ini ekonomi Indonesia telah cukup stabil. Pertumbuhan PDB Indonesia tahun 2004 dan 2005 melebihi 5% dan diperkirakan akan terus berlanjut. Namun, dampak pertumbuhan itu belum cukup besar dalam memengaruhi tingkat pengangguran, yaitu sebesar 9,75%. Perkiraan tahun 2006, sebanyak 17,8% masyarakat hidup di bawah garis kemiskinan, dan terdapat 49,0% masyarakat yang hidup dengan penghasilan kurang dari AS$ 2 per hari.
Meski kaya akan sumber daya alam dan manusia, Indonesia masih menghadapi masalah besar dalam bidang kemiskinan yang sebagian besar disebabkan oleh korupsi yang merajalela dalam pemerintahan.
Lembaga Transparency International menempatkan Indonesia sebagai peringkat ke-143 dari 180 negara dalam Indeks Persepsi Korupsi, yang dikeluarkannya pada tahun 2007.

Alasan mengapa Indonesia dikatakan negara berkembang :

1.      Sebagian besar penduduk (>70%) bekerja di sektor pertanian.

2.      Industrinya biasanya berlatarbelakang agraris, terutama memanfaatkan
hasil kehutanan, pertanian, dan perikanan (industri sektor pertama dan sektor kedua).

3.      Tenaga pertanian masih mengandalkan tenaga kerja manusia.

4.      Luas lahan garapan relatif sempit dengan teknologi yang sederhana sehingga
hasilnya tidak maksimal.

5.      Pendapatan per kapita rendah.

6.      Angka kelahiran dan kematian masih tinggi.

7.      Tingginya angka pengangguran karena besarnya jumlah penduduk dan
terbatasnya lapangan pekerjaan.

8.      Pendidikan formal tersebar secara tidak merata dengan kualitas yang buruk.

9.      Kelebihan jumlah penduduk yang menyebabkan tidak terjangkau atau tidak
meratanya pelayanan sosial.

10.  Kedudukan dan peran wanita sangat terbatas dan cenderung dipandang
sebagai kelas dua.