Jumat, 07 November 2014

Hubungan Keindahan dengan Manusia

A.    Pendahuluan

Kali ini saya akan membahas mengenai hubungan antara keindahan dengan manusia disertakan pengertian dari keindahan dan pengertian dari manusia.

B.     Pembahasan

1.     Pengertian Manusia

Manusia merupakan ciptaan Tuhan Yang Maha Esa sebagai khalifah dibumi dengan dibekali akal pikiran untuk berkarya dimuka bumi. Manusia memiliki perbedaan baik secara biologis maupun rohani. Secara biologis umumnya manusia dibedakan secara fisik sedangkan secara rohani manusia dibedakan berdasarkan kepercayaannya atau agama yang dianutnya. Kehidupan manusia sendiri sangatlah komplek, begitu pula hubungan yang terjadi pada manusia sangatlah luas. Hubungan tersebut dapat terjadi antara manusia dengan manusia, manusia dengan alam, manusia dengan makhluk hidup yang ada di alam, dan manusia dengan Sang Pencipta. Setiap hubungan tersebut harus berjalan selaras dan seimbang. Selain itu manusia juga diciptakan dengan sesempurna penciptaan, dengan sebaik-baik bentuk yang dimiliki. Hal ini diisyaratkan dalam surat At-Tiin: 4
“Sesungguhnya kami Telah menciptakan manusia dalam bentuk
yang sebaik-baiknya”.

         1.1 Pengertian Manusia secara garis besar

Secara bahasa manusia berasal dari kata “manu” (Sansekerta), “mens” (Latin), yang berarti berpikir, berakal budi atau makhluk ang berakal budi (mampu menguasai makhluk lain). Secara istilah manusia dapat diartikan sebuah konsep atau sebuah fakta, sebuah gagasan atau realitas, sebuah kelompok (genus) atau seorang individu. Manusia adalah mahluk yang luar biasa kompleks. Kita merupakan paduan antara mahluk material dan mahluk spiritual. Dinamika manusia tidak tinggal diam karena manusia sebagai dinamika selalu mengaktivisasikan dirinya.

 1.2 Pengertian Manusia Menurut Para Ahli

Berikut ini adalah pengertian dan definisi manusia menurut beberapa ahli:

Ø  NICOLAUS D. & A. SUDIARJA
Manusia adalah bhineka, tetapi tunggal. Bhineka karena ia adalah jasmani dan rohani akan tetapi tunggal karena jasmani dan rohani merupakan satu barang.
Ø  ABINENO J. I
Manusia adalah “tubuh yang berjiwa” dan bukan “jiwa abadi yang berada atau yang terbungkus dalam tubuh yang fana”.
Ø  UPANISADS
Manusia adalah kombinasi dari unsur-unsur roh (atman), jiwa, pikiran, dan prana atau badan fisik.
Ø  SOKRATES
Manusia adalah mahluk hidup berkaki dua yang tidak berbulu dengan kuku datar dan lebar.
Ø  KEES BERTENS
Manusia adalah suatu mahluk yang terdiri dari 2 unsur yang kesatuannya tidak dinyatakan.
Ø  I WAYAN WATRA
Manusia adalah mahluk yang dinamis dengan trias dinamikanya, yaitu cipta, rasa dan karsa.
Ø  OMAR MOHAMMAD AL-TOUMY AL-SYAIBANY
Manusia adalah mahluk yang paling mulia, manusia adalah mahluk yang berfikir, dan manusia adalah mahluk yang memiliki 3 dimensi (badan, akal, dan ruh), manusia dalam pertumbuhannya dipengaruhi faktor keturunan dan lingkungan.
Ø   ERBE SENTANU
Manusia adalah mahluk sebaik-baiknya ciptaan-Nya. Bahkan bisa dibilang manusia adalah ciptaan Tuhan yang paling sempurna dibandingkan dengan mahluk yang lain.
Ø  PAULA J. C & JANET W. K
Manusia adalah mahluk terbuka, bebas memilih makna dalam situasi, mengemban tanggung jawab atas keputusan yang hidup secara kontinu serta turut menyusun pola berhubungan dan unggul multidimensi dengan berbagai kemungkinan.

2.     Pengertian Keindahan

Keindahan, sering diutarakan kepada situasi tertentu, arti kata keindahan yaitu berasal dari kata indah, artinya bagus, permai, cantik, elok, molek dan sebagainya. Keindahan identik dengan kebenaran. Keindahan identik dengan kebenaran, sesuatu yang indah itu selalu mengandung kebenaran. Walaupun kelihatanya indah tapi tidak mengandung kebenaran maka hal itu pada prinsipnya tidak indah.
Keindahan bersifat universal, artinya keindahan yang tak terikat oleh selera perorangan, waktu, tempat atau daerah tertentu, bersifat menyeluruh. Segala sesuatu yang mempunyai sifat indah antara lain segala hasil seni, pemandangan alam, manusia dengan segala anggota tubuhnya dan lain sebagainya. Dalam bahasa Latin, keindahan diterjemahkan dari kata “bellum” Akar katanya adalah “benum” yang berarti kebaikan. Dalam bahasa Inggris diterjemahkan dengan kata “beautiful”, Prancis “beao” sedangkan Italy dan Spanyol ”beloo”.
Dalam arti luas meliputi keindahan hasil seni, alam, moral dan intelektual. Dan dalam arti estetik keindahan mencakup pengalaman estetik seseorang dalam hubunganya dengan hubunganya dengan segala sesuatu yang diserapnya. Sedangkan dalam arti terbatas keindahan sangat berkaitan dengan keindahan bentuk dan warna.
Sesungguhnya keindahan itu memang merupakan suatu persoalan filsafati yang jawabannya beraneka ragam. Salah satu jawaban mencari ciri-ciri umum yang ada pada semua benda yang dianggap indah dan kemudian menyamakan ciri-ciri atau kwalita hakiki itu dengan pengertian keindahan. Jadi keindahan pada dasarnya adalah sejumlah kwalita pokok tertentu yang terdapat pada suatu hal. Kwalita yang paling sering disebut adalah kesatuan (unity), keselarasan (harmony), kesetangkupan (symmetry), keseimbangan (balance) dan perlawanan (contrast).

2.1 Hakekat Keindahan

Keindahan adalah susunan kualitas atau pokok tertentu yang terdapat pada suatu hal kulitas yang paling disebut adalah kesatuan (unity) keselarasan (harmony) kesetangkupan (symmetry) keseimbangan (balance) dan pertentangan (contrast). Herbet Read merumuskan bahwa keindahan adalah kesatuan dan hubungan-hubungan erdapat diantara pencerapan-pencerapan indrawi manusia. Filsuf abad pertengahan Thomas Amuinos mengatakan bahwa keindahan adalah sesuatu yang menyenangkan bilamana dilihat.

Menurut luasnya pengertian keindahan dibedakan menjadi 3, yaitu :

1. Keindahan dalam arti luas, menurut Aristoteles keindahan sebagai sesuatu yang    baik dan juga menyenangkan
2. Keindahan dalam arti estetik murni, yaitu pengalaman estetik seseorang dalam hubungan dengan segala sesuatu yang diserapnya.
3. Keindahan dalam arti terbatas, yaitu yang menyangkut benda-benda yang dapat diserap dengan penglihatan yakni berupa keindahan bentuk dan warna

Keindahan identik dengan kebenaran, keindahan adalah kebenaran dan kebenaran adalah keindahan. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi dan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah yang tidak mengandung kebenaran tidak indah.

Ada 2 nilai yang penting dalam Keindahan :

1. Nilai ekstrinsik yakni nilai yang sifatnya sebagai alat atau membantu untuk sesuatu hal. Contohnya tarian yang disebut halus dan kasar.
2. Nilai intrinsik yakni sifat baik yang terkandung di dalam atau apa yang merupakan tujuan dari sifat baik tersebut. Contohnya pesan yang akan disampaikan dalam suatu tarian.

Teori estetika keindahan menurut Jean M. Filo dalam bukunya “Current Concepts of Art” dikelompokkan dalam tiga kelompok besar, yaitu :

1. Kelompok yang berpendapat bahwa keindahan itu bersifat subjektif adanya, yakni karena manusianya menciptakan penilaian indah dan kurang indah dalam pikirannya sendiri.
2. Kelompok yang berpendapat bahwa keindahan bersifat objektif adanya, yakni karena keindahan itu merupakan nilai yang intrinsik ada pada suatu objek.
3. Kelompok yang berpendapat bahwa keindahan itu merupakan pertemuan antara yang subjektif dan yang objektif, artinya kualitas keindahan itu baru ada apabila terjadi pertemuan antara subjek manusia dan objek substansi.

Ada tiga hal yang nyata ketika seseorang menyatakan bahwa sesuatu itu indah, apabila ada keutuhan (Integrity) ada keselarasan (Harmony) serta kejelasan (Clearity) pada objek tersebut. Ini biasanya disebut sebagai hukum keindahan.

3.     Hubungan Keindahan dengan Manusia

Manusia setiap waktu memperindah diri, pakaian, rumah, kendaraan dan sebagainya agar segalanya tampak mempesona dan menyenangkan bagi yang melihatnya. Semua ini menunjukkan betapa manusia sangat gandrung dan mencintai keindahan. Seolah-olah keindahan termasuk konsumsi vital bagi indera manusia. Tampaknya kerelaan orang mengeluarkan dana yang relatif banyak untuk keindahan dan menguras tenaga serta harta untuk menikmatinya, seperti bertamasya ke tempat yang jauh bahkan berbahaya, hal ini semakin mengesankan betapa besar fungsi dan arti keindahan bagi seseorang. Agaknya semakin tinggi pengetahuan, kian besar perhatian dan minat untuk menghargai keindahan dan juga semakin selektif untuk menilai dan apa yang harus dikeluarkan untuk menghargainya, dan ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi orang yang dapat menghayati keindahan.
Keindahan mempunyai dimensi interaksi yang sangat luas baik hubungan manusia dengan benda, manusia dengan manusia, manusia dengan Tuhan, dan bagi orang itu sendiri yang melakukan interaksi.Pengungkapan keindahan dalam karya seni didasari oleh motivasi tertentu dan dengan tujuan tertentu pula. Motivasi itu dapat berupa pengalaman atau kenyataan mengenai penderitaan hidup manusia, mengenai kemerosotan moral, mengenai perubahan nilai-nilai dalam masyarakat, mengenai keagungan Tuhan, dan banyak lagi lainnya. Tujuannya tentu saja dilihat dari segi nilai kehidupan manusia, martabat manusia, kegunaan bagi manusia secara kodrati.
Ada beberapa alasan mengapa manusia menciptakan keindahan, yaitu sebagai berikut:
1)      Tata nilai yang telah usang
2)      Kemerosotan Zaman
3)      Penderitaan Manusia
4)      Keagungan Tuhan


4.     Daftar Pustaka

http://id.wikipedia.org/wiki/Manusia
http://kamelia11.wordpress.com/tag/pengertian-manusia-menurut-para-ahli/
http://sugiartha26.wordpress.com/2011/04/11/5-manusia-dan-keindahan-2/


Intan Febriani
1EA45
15214368

Sabtu, 25 Oktober 2014

Pengertian Cinta



Cinta adalah rasa kasih sayang yang diberikan oleh Tuhan YME yang ada disetiap sifat umum manusia, cinta bersifat universal bisa terjadi antara anak dengan kedua orang tuanya, nenek kepada  cucu-cucu nya, cinta kakak kepada adiknya maupun sebaliknya, tetapi dengan tingkatan rasa yang berbeda-beda tentunya.  Umumnya bila kita membahas tentang cinta ppada umumnya ialah membahas tentang sepasang manusia yang saling mencintai, saling memiliki,dan saling mengasihi. Tetapi tidak semua perjalanan cinta sepasang manusia selalu dapat berjalan mulus, tidak semua perjalanan cinta akan selalu happy ending.

Banyak cerita cinta yang dapat di kulik keberagamannya, yaitu :
·        Cerita tentang cinta yang tak terungkap
·        Cinta senjati yang akhirnya tetap terpisahkan maut
·        Cinta terhadap teman sendiri yang akhirnya tidak pernah terucap karna terikat friendzone
·        Tentang cinta yang menunggu untuk bertemu, menunggu kasih-Nya yang menyatukan
·        Tentang cinta yang salah, ketika orang yang kita cinta ternyata telah dimiliki orang lain
·        Cinta karena orang tua
·        Ketika cinta harus bertepuk sebelah tangan

Dari beragam cerita cinta yang ada di atas tentu tidak semuanya pernah saya alami, saya belajar keberagaman cinta dari banyak hal semisal dengan banyak membaca novel, majalah, terkadang melihat kutipan-kutipan di media sosial khususya tumblr. Saya akan mengutip salah satu dari keberagaman cerita cinta diatas dari hal-hal yang saya tahu.

A.    Cerita tentang cinta yang tak terungkap
 Al jatuh cinta dengan Braga teman satu grup yang terbentuk dalam komunitas pencinta alam tetapi sialnya Braga tidak lagi menjadi orang yang menginginkan cinta dalam hidupnya, ia memutuskan untuk menjadi pertapa di era modern. Ia menemukan cinta sejati dalam sebuah cahaya yang ia temui ketika mati suri akibat bermain rock climbing. Dari situ Al menyadari satu hal apa yang tidak pernah bisa Al miliki.
“Aku jatuh cinta pada seseorang yang bahkan sampai hari ini pun aku tak tau warna matanya mungkin hijau mungkin juga coklat muda. Aku  sampai dibagian bahwa aku telah jatuh cinta. Namun orang itu hanya dapat kugapai sebatas punggungnya saja. Seseorang yang hanya sanggup aku nikmati bayangannya, tapi takkan pernah bisa aku miliki. Seseorang yang hadir bagai bintang jatuh, sekelebat kemudian menghilang begitu saja tanpa sanggup tangan ini mengejarnya . Seseorang yang hanya bisa aku kirimi isyarat, sehalus udara, langit, awan atau hujan.”
                                                                       
-Hanya Isyarat (Rectoverso) karya dee

B.     Cinta sejati yang akhirnya tetap terpisahkan

Puisi dari Habibie untuk Ainun :

“Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu. Karena aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya, dan kematian adalah sesuatu yang pasti dan kali ini giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu. Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat, adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati, hatiku seperti tak ditempatnya, dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi. Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang. Pada air mata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang, pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada. Aku bukan hendak mengeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini. Mereka mengira akulah kekasih yang baik bagimu sayang, tanpa merek sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik. Mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua, tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia. Kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini. Selamat jalan kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya, kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada untukku. Selamat jalan sayang, cahaya mataku, penyejuk jiwaku. Selamat jalan calon bidadari surgaku.”
                                                                                               
-@fidina via tumblr 


 C. Cinta karena orang tua

·        Wanita:
Untuk apa kita melakukan ini? Pernikahan ini akan menjadi sia-sia. Tidak ada cinta disini. Aku tidak mencintaimu, dan aku yakin kau pun begitu. Jadi, mengapa tidak kita batalkan saja pernikahan ini?

·     Lelaki:
Bukan tidak ada cinta disini. Ada cinta orang tuamu dan orang tuaku dalam perjodohan ini. Cinta orang tua yang ingin anaknya menikah dengan orang yang dianggapnya baik. Kurasa cinta itu cukup untuk membuat kita berusaha sebaik-baiknya membina rumah tangga dan memupuk cinta bersama. 

D.  Ketika cinta harus bertepuk sebelah tangan

“Terimakasih telah menjadi tempatku berteduh saat hujan.
Memberikanku secangkir teh hangat dan sebuah selimut nyaman.
Tapi maaf aku harus segera melanjutkan perjalanan saat hujan reda.
Maaf aku tak bisa tinggal selamanya.
Karena kemanapun selama ini aku singgah, hatiku tetap memaksa untuk terus kembali pada tuannya.
Dia.”


E.     Tentang cinta yang salah, ketika orang yang kita cinta ternyata telah dimiliki orang lain

Apa yang kamu ketahui tentang kehilangan?
Apa yang kamu ketahui tentang berpegangan erat pada seseorang yang mencoba melepaskanmu?
Apa yang kamu ketahui tentang kekalahan, tentang air mata yang jatuh ketika kamu berjalan menjauh dan menyadari bahwa tidak ada seorang pun yang mengejarmu di belakang, memanggil namamu, dan coba menghentikanmu?
Apa yang kamu ketahui tentang semua itu?
Apa yang kamu ketahui tentang saya?
Apa yang membuatmu berhak merebutnya dari saya?
Apa yang kamu ketahui tentang mencintai?
Apa yang kamu ketahui tentang apa yang saya rasakan ketika saya mengatakan kepadanya tidak menginginkan apa-apa lagi didunia ini yang tidak mengikutsertakan dia didalamnya?
Apa yang kamu ketahui tentang ditinggalkan?
Apa yang kamu ketahui tentang ditinggalkan seseorang sebelum dia benar-benar pergi?
Apa yang kamu ketahui tentang memaafkan?

Saya menggenggam erat-erat surat itu. Air mata saya mengalir membasahi pipi. I’m sorry. I’m sorry for i have killed you. I didn’t mean to.
“Hanny berbisik lirih diikuti tangisnya setelah membaca surat dari istri Diaz. 1bulan setelah kematian Diaz”

-Dikutip dari novel Jika “Tentang Kehilangan”

Jumat, 17 Oktober 2014

ILMU BUDAYA YANG DIHUBUNGKAN DENGAN PUISI




           
Puisi memang tidak termasuk ke dalam pengajaran ilmu budaya. Akan tetapi, terdapat suatu hubungan antara puisi dengan ilmu budaya. Pembahasan puisi dalam rangka pengajaran Ilmu Budaya tidak akan diarahkan pada tradisi pendidikan dan pengajaran sastra dan apresiasinya yang murni. Puisi dipakai sebagai media sekaligus sebagai sumber belajar sesuai dengan tema – tema atau pokok bahasan yang terdapat didalam Ilmu Budaya.
            Puisi adalah ekspresi pengalaman jiwa penyair mengenai kehidupan manusia,alam dan Tuhan melalui media bahasa artistik/estetik yang padu dan utuh dipadatkan kata-katanya. Hal yang menjadikan puisi itu istimewa adalah bagaimana cara penulis menyampaikan ungkapan jiwanya dengan menggunakan berbagai kata konotasi, kata ambigu, majas, kata-kata yang mencerminkan suasana, pengulangan kata, dan lain-lain. Puisi disajikan dalam bentuk yang unik dan menarik untuk dibaca. Hanya saja, puisi tidak dapat dipahami dengan mudah apa yang dimaksud atau apa yang terkandung di dalamnya.
            Puisi dapat menggambarkan apa saja yang ingin disampaikan oleh penulis. Ada puisi yang menggambarkan kepeduliannya terhadap lingkungan sekitar, ada puisi yang menggambarkan suasana hati dari sang penulis, ada puisi yang menggabarkan pengalaman, kisah pribadi dari sang penulis, ada puisi yang menggambarkan cerita hidup seseorang, dan masih banyak lagi.
            Alasan mengapa banyak orang yang tertarik untuk membuat puisi antara lain karena puisi merupakan tulisan yang menarik dan menantang. Puisi juga merupakan sarana untuk menceritakan suatu kisah dengan indah tanpa tidak banyak orang yang tahu apa isinya, tetapi tidak memperkecil niat pembaca untuk terus membaca puisi. Puisi juga merupakan cara untuk menceritakan suatu kisah dengan memadatkan isi cerita dalam beberapa baris, tetapi tidak mengurangi klimaks dari cerita tersebut.
            Kepuitisan, keartistikan atau keestetikaan bahasa puisi disebabkan oleh kreativitas penyair dalam membangun puisinya dengan menggunakan:
1.      Figura bahasa (figurative language) seperti gaya personifikasi, metafora, perbandingan,
         alegori, dsb. Sehingga puisi menjadi segar, hidup, menarik dan memberi kejelasan    
         gambaran angan.
2.      Kata-kata ambiquitas yaitu kata-kata yang bermakna ganda, banyak tafsir.
3.      Kata-kata berjiwa yaitu kata-kata yang sudah diberi suasana tertentu, berisi perasaan
         dan pengalaman jiwa penyair sehingga terasa hidup dan memukau.
4.      Kata-kata yang konotatif yaitu kata-kata yang sudah diberi tambahan nilai-nilai rasa
         dan asosiasi-asosiasi tertentu.
5.      Pengulangan, yang berfungsi untuk mengintensifkan hal-hal yang dilukiskan, sehingga
         lebih menggugah hati.
6.      Dibalik kata-katanya yang padat, ekonomis dan sukar dicerna maknanya itu, puisi berisi   
         potret kehidupan manusia. Puisi menyuguhkan kepada kita suasana-suasana dan
         peristiwa-peristiwa kehidupan manusia dan juga dalam kaitan kehidupannya dengan
         alam dan Tuhan. Ia merupakan hasil penghayatan dan pengalaman penyair terhadap
         kehidupan manusia, terhadap alam dan Tuhan yang dieskpresikannya melalui bahasa
         yang artistik.

Adapun alasan-alasan yang mendasari penyajian puisi pada Ilmu Budaya Dasar adalah sebagai berikut:
1.          Hubungan puisi dengan pengalaman hidup manusia.
Perekaman dan penyampaian dan penyampaian pengalaman disebut “pengalaman perwakilan”. Berarti manusia memiliki salah satu kebutuhan hidupnya dari sekedar pengalaman langsung yang terbatas.
2.          Puisi dan keinsyafan / kesadaran individual. Dengan membaca puisi manusia diajak
untuk menjenguk hati dan pikiran manusia, baik orang lain maupun diri sendiri.
3.          Puisi dan keinsyafan sosial. Puisi memberitahukan manusia sebagai mahluk sosial yang terlibat dalam isu dan problem sosial

Secara imajinatif puisi menafsirkan situasi dasar manusia sosial berupa:
a.       Penderitaan atas ketidakadilan.
b.      Perjuangan untuk kekuasaan.
c.       Konflik dengan sesamanya.
d.      Pemberontakan kepada hukum Tuhan.

Puisi sarat akan nilai etika, estetika dan kemanusiaan. Nilai kemanusiaan yang banyak mewarnai puisi adalah Cinta Kasih yang didalamnya terdapat kasih sayang, cinta, kemesraan dan renungan.
Puisi adalah ekspresi pengalaman jiwa penyair mengenal kehidupan manusia, alam, dan Tuhan melalui media bahasa yang artistic/esthetic, yang secara padu dan utuh dipadatkan kata – katanya.

Kreativitas penyair dalam membangun puisinya dengan menggunakan :
1. Figura bahasa 
2. Kata – kata yang bermakna ganda.
3. Kata – kata berjiwa.
4. Kata – kata yang sudah diberi nilai-nilai, rasa, dan asosiasi-asosiasi tertentu.

Alasan – alasan yang mendasari penyajian puisi pada perkuliahan IBD adalah sbb :
 1. Hubungan puisi deengan pengalaman hidup manusia.
2. Puisi dan keinsyafan/kesadaran individual.
3. Puisi dan keinsyafan social.

Contoh Puisi :
KATAMU

Katanya,
Kau titipkan kecupan pada awan, itu sebabnya kini aku berhujan-hujan.
Katanya,
 Kau titipkan amarah pada gemuruh dan petir, itu sebabnya aku sembunyi dalam pelukku sendiri
Katanya,
 kau titipkan cerita pada angin, itulah makanya kupejam mata, kuselip rambut dibalik telinga. Kudengaran perlahan
Katanya,
 Kau akan datang
itulah mengapa aku betah bertahan